install pycuda-0.94.1 di ubuntu 10.04

yah…setelah tadi cuda v 3.2 jalan dengan aman, selamat, lancar, barokah sekarang kita mau install pycuda

yang pertama download pycudanya dulu di http://pypi.python.org/pypi/pycuda

klo saya pilih yang 0.94.1

lalu install paket2 dibawah ini

sudo apt-get install python-numpy -y
sudo apt-get install build-essential python-dev python-setuptools libboost-python-dev -y

klo udah sekarang ekstrak terus install pycudanya

tar xzvf pycuda-0.94rc.tar.gz

cd pycuda-0.94rc
./configure.py –cuda-root=/usr/local/cuda –cudadrv-lib-dir=/usr/lib –boost-inc-dir=/usr/include –boost-lib-dir=/usr/lib –boost-python-libname=boost_python-mt –boost-thread-libname=boost_thread-mt
make -j 4
sudo python setup.py install

udah deh terus cd examples

cobain programnya dengan perintah python hello_gpu.py misalnya..

klo ada error mengenai pytools tinggal

sudo easy_install pytools

udah deh beres…gitu aja kok

Oktober 2, 2010 at 3:25 am Tinggalkan komentar

install cuda 3.2 RC di ubuntu 10.04

fiuuuh…akhirnya cuda versi 3.2 bisa keinstall di ubuntu 10.04

caranya yang pertama kesini dulu http://developer.nvidia.com/object/cuda_3_2_toolkit_rc.html

download Developer Drivers for Linux (260.24), CUDA Toolkit for Ubuntu Linux 10.04, GPU Computing SDK code samples

install Developer Drivernya kayak biasanya aja :

sudo /etc/init.d/gdm stop

sudo ./devdriver_3.2_linux_32_260.24.run

tapi berhubung saya make linux mint 9…ternyata paket nouveau bikin masalah.

solusinya ada disini http://forums.linuxmint.com/viewtopic.php?f=109&t=52692&start=0

sudo nano /boot/grub/grub.cfg

————————

### BEGIN /etc/grub.d/10_linux ###
menuentry "Linux Mint 9, 2.6.32-23-generic (/dev/sda6)" --class linuxmint --class gnu-linux --class gnu --class os {
recordfail
insmod ext2
set root='(hd0,6)'
search --no-floppy --fs-uuid --set c2a2b2f4-8172-4b52-b4f2-1fe008b109e5
linux   /boot/vmlinuz-2.6.32-23-generic root=UUID=c2a2b2f4-8172-4b52-b4f2-1fe008b109e5 ro  vga=799  quiet splash nouveau.blacklist=1
initrd   /boot/initrd.img-2.6.32-23-generic
}

lalu reboot

klo ada pre-installation error, biarin aja…gapapa kok…

terus install toolkitnya

sudo ./cudatoolkit_3.2.9_linux_32_ubuntu10.04.run

berhubung kita make gcc versi 4.4 yang katanya banyak errornya jadi begini solusinya

sudo apt-get install freeglut3 freeglut3-dev libx11-dev mesa-common-dev libxmu6 libxi-dev libxmu-dev

terus install contoh2 mrogramnya (SDK) :

./gpucomputingsdk_3.2_linux.run

klo udah pindah ke folder sdk (tadi disuruh bikin tempatnya kan…nah pindah ke situ )

terus kita edit dulu ldconfignya…klo ga ntar  ga bisa ngompile, caranya :

  1. ke ” /etc/ld.so.conf.d “
  2. Sebagai root bikin file dengan nama ‘cuda.conf’ (ex: sudo nano cuda.conf)
  3. terus tulis path cuda ” /usr/local/cuda/lib “, terus di save deh (Ctrl-x)
  4. sebagai root lagi jalanin (pake sudao) ” /sbin/ldconfig ” untuk update ldconfignya

klo udah tinggal ngompile aja

cd ke folder SDKnya ‘cd NVIDIA…..’

cd  C

make

udah deh tinggal nunggu selesai ngompile semuanya

terus cd /bin/linux/release

ls (liat kan hasil ngompilenya ada semua)

udah deh tinggal run aja pake ./

favorit saya sih yang ./oceanFFT sama ./smokeParticles….indah banget

smoke partikel

fluidGL

Oktober 2, 2010 at 2:46 am Tinggalkan komentar

Distributed system

setelah baca-baca tentang distributed system atau sistem tersebar, mending saya tulis biar ga numpuk di kepala… bagi yang tidak setuju silahkan untuk disalahkan dan dikoreksi

Secara harfiah sudah dapat diketahui distributed system adalah sistem yang tersebar, bisa processornya banyak dan tersebar di beberapa komputer, bisa ramnya yang banyak dan tersebar, bisa hard disknya yang banyak dan tersebar bisa tiga-tiganya banyak dan tersebar.  Sistem tersebar ini biasanya digunakan untuk komputasi, terlihat dari 2 bagian dari distributed system antara lain distributed computing, paralel computing.

perbedaan dari keduanya dapat dilihat dihttp://en.wikipedia.org/wiki/Distributed_computinghttp://en.wikipedia.org/wiki/Distributed_computing

inti perbedaannya adalah paralel computing menggunakan shared memory (contoh aplikasi yang menyatukan memory beberapa komputer adalah http://www.emsl.pnl.gov/docs/global/ atau seperti komputer sekarang yang dual-core, quad-core hingga yang ber-core-core) sedangkan distributed system, semua sistemnya terpisah (tidak membagi resource dengan komputer lain) dan setiap proses dikirim ke komputer lain dengan suatu message yang salah satunya bernama MPI(message passing interface)

Oktober 24, 2009 at 10:44 pm Tinggalkan komentar

LXDE – lightweight desktop environment

teringat dengan tantangan blankon saya akhirnya gugle nyari cara supaya tau kebutuhan RAM sebuah software akhirnya ketemu di sini… dan di websitenya di kasih tau cara ngurangin penggunaan memori, tapi berhubung saya kurang ngerti istilahnya jadi deh ga ngerti caranya padahal yang bikin website berhasil nurunin penggunaan memori sampai 6 MB…yaah bagi yang RAMnya 2GB keatas ga mungkin kerasa lah..

akhirnya saya cari-cari lagi gimana ngurangin penggunaan memori di linux, ternyata setelah saya cek kompi ku salah satu yang bikin berat adalah gnome-panel, emang tampilannya bagus tapi kok..berat…akhirnya saya cari di synapatic semua tentang panel…lalu saya install beberapa jenis panel,

-fspanel

-fbpanel ————> dari rox Dekstop

-pypanel————> bikinnya tentu pake python

-lxpanel————-> dari lxde Desktop

-gnome-panel—–> dari gnome Desktop

alhasil urutan pemakan memori mulai dari yang paling rakus

gnome-panel  =  6928 kb

fbpanel =  6848 kb

pypanel = 5300 kb

lxpanel =  2616 kb

fspanel =  220 kb

nah dari data pemakan memori diatas, kenapa saya kurang merekomendasikan fspanel? soalnya tampilannya beh…kayak windos jebot (98) bo..dan susah di konfigurasi, sebenernya pypanel juga bagus tapi konfigurasinya lewat text dan fbpanel selain saya ga tau cara konfigurasinya, juga makan memorinya ga jauh sama gnome-panel jadi menurut saya lxpanel cukup relevan lah untuk menggantikan gnome-panel bagi yang memorinya rada mepet. Lalu bagaimana dengan panel KDE, wah saya kurang tau tuh karena saya agak kurang sreg sama KDE,hahaha…subjektif gini…ntar lah saya cari infonya

sekarang saya mau bandingkan pemakaian memori terminal  :

terminator =  13296 kb

gnome-terminal =  10732 kb

lxterm = ga ketemu, mungkin lxterm langsung manggil xterm kali..

xterm = 0 kb ————–> saya sempet ga percaya, udah saya ulang-ulang dapetnya 0 jadi ya sudah lah

sebenarya masih banyak rekomendasi terminal seperti yakuake, tilda, guake, dragbox tapi karena saya males install jadi ga saya coba, yakuake, tilda, dan guake punya kemampuan muncul dari atas seperti kita memunculkan konsole di counter-strike tapi yah…mungkin lain kali saya coba….

uniknya LXDE bisa seenaknya anda install tanpa library berlebih, jadi tanpa ganti desktop environment anda bisa pake programnya dengan mudah tanpa library macem-macem.

berikut daftar program menggunakan LXDE :

-PCManFM  ——-> File Manager pengganti nautilus

-leafpad ————-> text editor

-lxterm —————> LXDE terminal dalemnya pake xterm

-lxmusic ————-> winampnya LXDE (belum ada di repo ubuntu 8.10)

-lxsession———–> pengatur session di LXDE

-lxshortcut———-> pengatur shortcut di LXDE

-lxpanel————–> panel di LXDE

kata pembuatnya LXDE menggunakan library GTK+ 2 yang compatible dengan gnome sehingga anda masih bisa memasang theme kesayangan anda sebagai interfacesnya..

tapi yang saya belum tau adalah bagaimana membuat program-program LXDE dengan library GTK+, mungkin anda tau tolong beritau saya caranya / tutorialnya / linknya

Desember 17, 2008 at 10:06 am Tinggalkan komentar

pengganti vpn kampus di ubuntu 8.10

sebagian besar pengguna linux di kampus harus menggunakan ppp-mmpe, pptp-linux, pptp-vpn untuk dapat berselancar di internet atau telah di bundel dengan VPN-kampus untuk ubuntu oleh Rolly M. Awangga. dan juga sudah saya edit supaya berjalan di selain ubuntu (karena sebelumnya harus sudah tersedia build-essential sebelum instalasi yang jelas-jelas hanya ada pada debian dan anak cucunya)

sekarang sudah tersedia biar bisa langsung konek tanpa instal macem-macem lagi di ubuntu 8.10, tapi sayangnya saya belum ngecek distro-distro lain. Yaitu PPTPSETUP, perintahnya adalah

$ sudo pptpsetup –create kupattahu –server 10.14.xxx.x –username 11306xxxx –password xxxxxxx –start

ingat tanda dolarnya ga ikut ditulis ya….cara ini sudah bisa di pake di kampus saya, dan insyaAllah bisa dipake disemua kampus yang koneksinya internetnya dijaga oleh VPN

semoga bermanfaat

Desember 9, 2008 at 6:24 pm 4 komentar

starting ubuntu 8.10 — menghilangkan icon harddisk di desktop

Bagi anda yang baru memulai menggunaakan ubuntu 8.10 mungkin postingan ini dapat membantu, tapi untuk bagian instalasi terpaksa saya skip karena sepertinya tutorial di internet lain sudah seabrek-abrek. makanya blog ini saya tulis dari setelah instalasi.

Begitu selesai instalasi maka anda dapat login dengan mudahnya. setelah login then what next

yang pertama saya lakukan adalah setting desktop, yang pertama saya edit adalah menghilangkan volume/gambar harddisk yang ada di desktop. bagaimana caranya

pencet tombol Alt-F2

lalu masukan kata gconf-editor

setelah itu pilih apps—–>nautilus—–>desktop

configuration-editor1

kemudian hilangkan tanda centang pada tulisan volume

mungki setelah itu anda jadi bingung, lah gimana caranya saya eject flash disk klo ga ada di desktop??

yaudah caranya gampang…tinggal arahkan mouse anda ke panel manapun… klik add to panel, lalu cari disk mouter…add to panel…beres deh…

dari situ anda bisa mount, open, dan eject flasdisk / harddisk anda semaunya..saran saya supaya anda nyoba2 pilihan di gconf-editor…paling ga supaya bisa konfigurasi yang lain juga…

dah dulu ngeblog saya yang pertama, walaupun sedikit tapi semoga ada yang berguna

Desember 4, 2008 at 8:00 am Tinggalkan komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Desember 4, 2008 at 7:17 am Tinggalkan komentar


Statistik Blog

  • 214 pukulan

Halaman


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.